Jumat, 30 Desember 2011
Arti secara bahasa dan Maksud dari Menahan Pandangan
بِسْـــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم
by Belajar Adab Adab Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau Menundukkan Pandangan (Berasal dari kata غَضَّ yang berarti كَفَّ (menahan) atau نَقَصَ (mengurangi) atau خَفَضَ (menundukkan). Lihat: Tajul ‘Arus 1/4685, dan Maqayisul Lughah 4/306.)
Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya (Yusuf Al-Qaradhawi, Halal & Haram, hlm 171)
Dengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk kita memandangnya (Tafsir At-Thabari 19/154, Ibnu Katsir 6/41)
Jarir bin Abdillah ra berkata:Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang pandangan tiba2(tanpa sengaja),lalu beliau memerintahkanku tuk memalingkannya(HR.Muslim)
Jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yg pertama itu boleh(dimaafkan)sedangkan yg berikutnya tidak.(HR.Tirmidzi )
Al-Hasan bin Mujahid berkata:
غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ
Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah akan mewarisi/mendapatkan cinta Allah
jodoh itu di tangan alloh
Bismillahirrohmanirrohim...
JODOH itu rahsia ALLAH
Subhanahu wata'ala..
☻♥☻
/█\ /█\
.||. ||.
ㄆSEKUAT mana kita setia
ツSEHEBAT mana kita merancang
ツ SELAMA mana kita menunggu
ツ SEKERAS mana kita bersabar
ツ SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita
ツ
.. •.♥• Jika ALLAH Subhanahu wata'ala Tidak Menulis JODOH Kita Bersama Kekasih Kita..
Kita Tetap Tidak Akan Bersama Dengannya •.♥• ..
Thinks positiv n terimalah takdirNYA
Karena tulang rusuk n pemiliknya TAKKAN PERNAH tertukar n akan bertemu PADA SAATnya, InsyaAllah ♥
JODOH itu rahsia ALLAH
Subhanahu wata'ala..
☻♥☻
/█\ /█\
.||. ||.
ㄆSEKUAT mana kita setia
ツSEHEBAT mana kita merancang
ツ SELAMA mana kita menunggu
ツ SEKERAS mana kita bersabar
ツ SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita
ツ
.. •.♥• Jika ALLAH Subhanahu wata'ala Tidak Menulis JODOH Kita Bersama Kekasih Kita..
Kita Tetap Tidak Akan Bersama Dengannya •.♥• ..
Thinks positiv n terimalah takdirNYA
Karena tulang rusuk n pemiliknya TAKKAN PERNAH tertukar n akan bertemu PADA SAATnya, InsyaAllah ♥
4 orang manusia menghadapi tekanan hidup
Hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan. Tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian.
Empat tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup sebagai berikut :
1. Tipe Kayu Rapuh
Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
2. Tipe Lempeng Besi
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
3. Tipe kapas
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah kita menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
4. Tipe Bola Pingpong
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.
Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.
“ Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)
Tipe yang manakah kita? silahkan berikan komentar
Sumber: (The Secret This is the secret of your life )
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA
Empat tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup sebagai berikut :
1. Tipe Kayu Rapuh
Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
2. Tipe Lempeng Besi
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
3. Tipe kapas
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah kita menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
4. Tipe Bola Pingpong
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.
Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.
“ Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)
Tipe yang manakah kita? silahkan berikan komentar
Sumber: (The Secret This is the secret of your life )
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA
Rabu, 28 Desember 2011
bidadari syurga
Assalamualaykum Para Bidadari DuniaNYa....
Yakin kepada Allah..., tentang kematian?? gak ada masalah!!, kita pasti mati kok!!, yang jadi masalah husnul khotimah atau su'ul khotimah?? kita lebih sibuk memikirkan husnul khotimah nya dari pada memikirkan mati nya..., bagai mana caranya saat kematian kita ialah kematian khusnul khotimah..., dunia cuman mampir sebentar saja...
bagi orang yang yakin kepada Allah..., 'gak ada yang gawat didunia ini!!'..., yang gawat mah cuman satu... 'Allah murka!!'..., 'sedunia murka kepada kita??' silahkan aja!..., sama-sama nebeng dibumi Allah..., gak ngepek.., takdir untuk kita gak bakal bisa dipengaruhi oleh mulut orang..., itulah sebabnya kalau kita tahu Rasulullah saw dihina, dicaci, difitnah, diancam, diboikot,... Rasulullah saw anteng saja.., , sempurna keyakinannya, dan hasil akhirnya sukses!!, sekarang bisa kita rasakan bersama.
dipuji?? gak ngepek, sok aja, bising!! dan pujian orang mah gak ada apa-apanya..., kalau Allah sebel kepada kita dan orang-orang sedunia memuji kita maka tetep aja celaka.
ngantor?? gak perlu cari muka atasan..., atasan hanya sebuah episode aja sebentar, nanti juga udahan!!, iya kan?, digilir saja dunia oleh Allah.., kerja yang bagus aja dan gak ada cari muka ke atasan, gak ada cari penghargaan, gak ada cari piagam, toh nanti ada yang ngasih piagam dan penghargaan, sok aja itu mah urusan yang ngasih, tapi dihati kita gak ada urusan dengan piagam dan penghargaan..., jika ada yang berkata 'kenapa kok kamu kerja rajin amat, jujur amat...??'..., 'ih ini mah pekerjaan yang disukai Allah, saya berbuat begini hanya ingin disukai Allah!!'...., 'tapi atasan kamu enggak menghargai loh usaha kamu??'..., 'saya mah gak ada urusan dengan atasan, sok aja gak menghargai, biarin aja, itu mah urusan dia, urusan saya mah ingin disukai Allah...', ...... 'nanti gimana kalau gak dikaasih bonus...', "biarin aja, rezeki mah dari Allah, gak dikasih dari kantor, dari mana saja...., Allah mah kalau mau ngasih rezeki ke saya gak terikat dengan kantor... dan rezeki mah gak usah ketahuan semua dari mana jalannya, kan selama ini jg gak pernah ketahuan jalannya dari mana, tapi saya hidup terus?? iya kan, banyakan mana yang kita tahu dan yang kita tidak tahu?? terus aja jalan rezeki mah gak pernah putus-putus dari dulu
jadi kalau kita punya keinginan, inginlah untuk menjadi hamba Allah yang ahli takwa, hakkul yakin kepada Allah, dan ahli istikomah...
pertanyaannya..., bagaimana supaya kita yakin kepada Allah?? gitu yah?? bener gitu yah pertanyaannya?? bener gak?? kalau enggak ya udah saya stop tulisan nya sampai disini aja yah... hehehe
yang namanya bahagia, sukses, sakinah itu sama sekali tidak tergantung dengan orang..., sakinah itu dalam rumah tangga bukan karena pasangan, sakinah itu karena keyakinan kepada Allah!!, salah kalau bergantung ke makhluk, justru tidak akan sakinah...,, jadi rumah tangga sakinah itu tidak ada kaitannya dengan uang, tidak ada kaitannya dengan penampilan, tidak ada kaitannya dengan jumlah pasangan, tidak ada kaitannya dengan anak, maka sakinah itu kaitannya dengan ketakwaan, keyakinan kepada Allah dan keistikomahan
jadi... kunci terpentingnya adalah catet yah... "URUSAN YAKIN KEPADA ALLAH ADALAH HARUS DIAWALI DENGAN PANTENGNYA ATAU AJEG NYA NIAT DI HATI INI INGIN DEKAT DENGAN ALLAH...." bukan disini, bukan disitu dan bukan disana tapi adanya dilubuk hati yang terdalam.
ada orang yang ingin deket dengan Allah tapi dihubungkan..., apa perlunya?? ada orang yang lebih senang kalau digembar gemborkan, apa perlunya?? ini gak asli, dia hanya ingin dinilai sholeh oleh orang lain, apa perlunya?? keaslian itu rahasia dilubuk hati kita, kemantapan tekad kita..., "temen-temen harus tanya dilubuk hati kita ini, dilubuk hati yang terdalam kita ini apa sih yang mau, yang paling kita inginkan?? kalau sudah didalam hati kita ini keinginannya cuman satu "saya ingin dekat dengan-Mu Ya Allah...", ingin bener2 mengabdi pada-Mu Ya Allah, dilubuk hati ini cuman ada "Allah" insya Allah itu awal yang baik dan Allah pasti tahu.
kegagalan awal inilah yang biasanya yang membuat kita gak bisa dekat dengan Allah. Karena hatinya ingin 'uang...!', hatinya ingin jabatan!!, hatinya ingin populer, hatinya ingin dicintai orang!!, hatinya ingin dikagumi orang!!, hatinya ingin dipuji!!, jadi bukan Allah yang ada dihati, walaupun ngaji nya bagus, walaupun berdakwah setiap hari, tapi didalem hatinya Allah urutan kesekian bukan diurutan teratas... "POSISIKAN LAH ALLAH DIURUTAN TERATAS DAN URUTAN YANG PALING PUNCAK!!!'
KALAU SELAIN ALLAH YANG MENJADI TUJUAN KITA PASTI KITA AKAN BANYAK GELISAH, KALAU ALLAH YANG MENJADI TUJUANNYA MAKA KEHILANGAN APAPUN ENGGAK BERAT... kehilangan dunia enggak berat.., kehilangan jabatan enggak berat,... kalau jabatan itu dapat menjauhkan kita dari Allah..., ambil aja tuh jabatan, buang...,
kalau tujuannya bukan Allah pasti banyak beratnya, banyak kecewanya, banyak tegangnya, banyak gelisahnya, duniawi saja.....
udah yuk... mulai dari sekarang kita sibukkan diri kita untuk memperbaiki hubungan kita kepada Allah, bertaubat kepada Allah, minta Ampunan Allah, minta diselamatkan oleh Allah dari Azab dan Siksa yang Allah ancamkan untuk kita.....
demi Allah taubat tidak berlaku dalam dua keadaan pertama : ketika matahari terbit dari barat dan kedua ketika nyawa ini sudah tiba dikerongkongan kita....
subhanallah... Lari sekarang yuk menuju Allah.... Allaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh.... aku datang ya Aaaalllllaaaahhhhh.... i am comming Allah....
♥ Salam Ta'aruf Fillah ♥
Yakin kepada Allah..., tentang kematian?? gak ada masalah!!, kita pasti mati kok!!, yang jadi masalah husnul khotimah atau su'ul khotimah?? kita lebih sibuk memikirkan husnul khotimah nya dari pada memikirkan mati nya..., bagai mana caranya saat kematian kita ialah kematian khusnul khotimah..., dunia cuman mampir sebentar saja...
bagi orang yang yakin kepada Allah..., 'gak ada yang gawat didunia ini!!'..., yang gawat mah cuman satu... 'Allah murka!!'..., 'sedunia murka kepada kita??' silahkan aja!..., sama-sama nebeng dibumi Allah..., gak ngepek.., takdir untuk kita gak bakal bisa dipengaruhi oleh mulut orang..., itulah sebabnya kalau kita tahu Rasulullah saw dihina, dicaci, difitnah, diancam, diboikot,... Rasulullah saw anteng saja.., , sempurna keyakinannya, dan hasil akhirnya sukses!!, sekarang bisa kita rasakan bersama.
dipuji?? gak ngepek, sok aja, bising!! dan pujian orang mah gak ada apa-apanya..., kalau Allah sebel kepada kita dan orang-orang sedunia memuji kita maka tetep aja celaka.
ngantor?? gak perlu cari muka atasan..., atasan hanya sebuah episode aja sebentar, nanti juga udahan!!, iya kan?, digilir saja dunia oleh Allah.., kerja yang bagus aja dan gak ada cari muka ke atasan, gak ada cari penghargaan, gak ada cari piagam, toh nanti ada yang ngasih piagam dan penghargaan, sok aja itu mah urusan yang ngasih, tapi dihati kita gak ada urusan dengan piagam dan penghargaan..., jika ada yang berkata 'kenapa kok kamu kerja rajin amat, jujur amat...??'..., 'ih ini mah pekerjaan yang disukai Allah, saya berbuat begini hanya ingin disukai Allah!!'...., 'tapi atasan kamu enggak menghargai loh usaha kamu??'..., 'saya mah gak ada urusan dengan atasan, sok aja gak menghargai, biarin aja, itu mah urusan dia, urusan saya mah ingin disukai Allah...', ...... 'nanti gimana kalau gak dikaasih bonus...', "biarin aja, rezeki mah dari Allah, gak dikasih dari kantor, dari mana saja...., Allah mah kalau mau ngasih rezeki ke saya gak terikat dengan kantor... dan rezeki mah gak usah ketahuan semua dari mana jalannya, kan selama ini jg gak pernah ketahuan jalannya dari mana, tapi saya hidup terus?? iya kan, banyakan mana yang kita tahu dan yang kita tidak tahu?? terus aja jalan rezeki mah gak pernah putus-putus dari dulu
jadi kalau kita punya keinginan, inginlah untuk menjadi hamba Allah yang ahli takwa, hakkul yakin kepada Allah, dan ahli istikomah...
pertanyaannya..., bagaimana supaya kita yakin kepada Allah?? gitu yah?? bener gitu yah pertanyaannya?? bener gak?? kalau enggak ya udah saya stop tulisan nya sampai disini aja yah... hehehe
yang namanya bahagia, sukses, sakinah itu sama sekali tidak tergantung dengan orang..., sakinah itu dalam rumah tangga bukan karena pasangan, sakinah itu karena keyakinan kepada Allah!!, salah kalau bergantung ke makhluk, justru tidak akan sakinah...,, jadi rumah tangga sakinah itu tidak ada kaitannya dengan uang, tidak ada kaitannya dengan penampilan, tidak ada kaitannya dengan jumlah pasangan, tidak ada kaitannya dengan anak, maka sakinah itu kaitannya dengan ketakwaan, keyakinan kepada Allah dan keistikomahan
jadi... kunci terpentingnya adalah catet yah... "URUSAN YAKIN KEPADA ALLAH ADALAH HARUS DIAWALI DENGAN PANTENGNYA ATAU AJEG NYA NIAT DI HATI INI INGIN DEKAT DENGAN ALLAH...." bukan disini, bukan disitu dan bukan disana tapi adanya dilubuk hati yang terdalam.
ada orang yang ingin deket dengan Allah tapi dihubungkan..., apa perlunya?? ada orang yang lebih senang kalau digembar gemborkan, apa perlunya?? ini gak asli, dia hanya ingin dinilai sholeh oleh orang lain, apa perlunya?? keaslian itu rahasia dilubuk hati kita, kemantapan tekad kita..., "temen-temen harus tanya dilubuk hati kita ini, dilubuk hati yang terdalam kita ini apa sih yang mau, yang paling kita inginkan?? kalau sudah didalam hati kita ini keinginannya cuman satu "saya ingin dekat dengan-Mu Ya Allah...", ingin bener2 mengabdi pada-Mu Ya Allah, dilubuk hati ini cuman ada "Allah" insya Allah itu awal yang baik dan Allah pasti tahu.
kegagalan awal inilah yang biasanya yang membuat kita gak bisa dekat dengan Allah. Karena hatinya ingin 'uang...!', hatinya ingin jabatan!!, hatinya ingin populer, hatinya ingin dicintai orang!!, hatinya ingin dikagumi orang!!, hatinya ingin dipuji!!, jadi bukan Allah yang ada dihati, walaupun ngaji nya bagus, walaupun berdakwah setiap hari, tapi didalem hatinya Allah urutan kesekian bukan diurutan teratas... "POSISIKAN LAH ALLAH DIURUTAN TERATAS DAN URUTAN YANG PALING PUNCAK!!!'
KALAU SELAIN ALLAH YANG MENJADI TUJUAN KITA PASTI KITA AKAN BANYAK GELISAH, KALAU ALLAH YANG MENJADI TUJUANNYA MAKA KEHILANGAN APAPUN ENGGAK BERAT... kehilangan dunia enggak berat.., kehilangan jabatan enggak berat,... kalau jabatan itu dapat menjauhkan kita dari Allah..., ambil aja tuh jabatan, buang...,
kalau tujuannya bukan Allah pasti banyak beratnya, banyak kecewanya, banyak tegangnya, banyak gelisahnya, duniawi saja.....
udah yuk... mulai dari sekarang kita sibukkan diri kita untuk memperbaiki hubungan kita kepada Allah, bertaubat kepada Allah, minta Ampunan Allah, minta diselamatkan oleh Allah dari Azab dan Siksa yang Allah ancamkan untuk kita.....
demi Allah taubat tidak berlaku dalam dua keadaan pertama : ketika matahari terbit dari barat dan kedua ketika nyawa ini sudah tiba dikerongkongan kita....
subhanallah... Lari sekarang yuk menuju Allah.... Allaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh.... aku datang ya Aaaalllllaaaahhhhh.... i am comming Allah....
♥ Salam Ta'aruf Fillah ♥
surat cinta sang kekasih
Assalammu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
afwan sebelumnya, akhi…
sebenarnya tak seharusnya aku menulis ini, karena memang tak sepantasnya aku mengungkapkan hal ini.
akhi, afwan sekali lagi …
sudah sangat lama aku memendamnya terserah antum mau membacanya hingga akhir atau langsung membuang surat ini setelah membaca kalimat terakhir paragraf ini…
akhi, afwan jiddan…
sejujurnya sulit untuk mengungkapkan apa yang menyiksa ini, tapi harus aku utarakan karena tak dapat lagi aku memendamnya sendiri…
sudah sejak lama perasaan itu menghampiriku, akhi…
Terhitung sekitar tujuh bulan lalu. Tepat ketika kita berkenalan dalam organisasi yang sama. Kemudian perkenalanpun berlanjut saat kita berada pada satu kepanitiaan sebuah acara. Aku senang karena dapat berpartisipasi dengan baik disana.
Tepat usia kita di organisasi itu menginjak satu bulan, aku menemukan yang janggal darimu. Kau mulai menanyakan sesuatu yang sedikit tak begitu penting dalam pesan singkatmu padaku. Dan kau semakin sering mengirimiku pesan-pesan tausyiah.
Tak bisa kupungkiri, aku senang akhi, sangat senang. Tapi tetap saja aku merasa janggal dengan sikapmu itu. Bahkan beberapa hari selanjutnya kau menanyakan bagaimana kabarku dan maminta izin untuk sekedar mengobrol sedikit.
Parahnya aku meng-iyakan dan memperbolehkan. Aku kira tak akan berlanjut hingga larut. Namun entah apa yang menghambatku, aku tak bisa menghentikan pembicaraan itu. Mungkin syaitan telah menguasai kelemahanku. Astaghfirullah…
Kemudian ia kembali berlanjut hingga hari kesekian. Subhanallah, entah apa yang merasukiku. Aku tak tahu perasaan itu. Namun tiap kau mengirim pesan meski itu hanya sebuah pesan tausyiah aku merasa istimewa. Apalagi selanjutnya kau mengajakku mengobrol panjang lebar. Makin berbungalah aku yang kemarin masih sebuah kuncup yang malu-malu.
Astaghfirullah, aku malu mengingatnya akhi. Saat kau mulai memuji sesuatu dariku meski hanya pujian biasa yang kau utarakan juga pada saudaramu yang lain. Atau sekedar salam ukhuwah yang biasa kita sampaikan pada rekan seperjuangan. Itu semua telah mengubahku. Mengubah cara pandangku padamu. Padamu yang kini mulai istimewa dimataku.
Aku tak bisa mengelak, aku mulai tersihir dan jatuh. Jatuh pada perasaan yang dibalut indah oleh musuh sejati kita, syeitan yang terkutuk itu.
Masyaallah…siasat syeitan itu sangat halus bukan, akhi? Aku merasakannya kini. Astaghfirullah…
Sekian lama pula aku mengingkari siasat ini. Aku yakin kau terjaga dan takkan melakukan hal bodoh macam apapun. Dan aku yakin kau lebih mengetahui tentang masalah itu. Masalah yang selalu menjadi topik hangat saat kita seusia remaja. Aku sangat yakin kau lebih faham. Kau lebih faham.
Berkali-kali aku menyalahkan sikapku yang salah menilaimu pada waktu yang salah. Berkali-kali pula aku menghakimi nurani yang mulai khawatir. Aku meyakinkan nurani, ini hanya sebuah obrolan biasa rekan seorganisasi, jadi memang akulah si empunya salah. Akulah yang terlalu berlebihan memandang sikapmu itu.
Namun aku makin terhuyung tak berdaya saat aku membaca salah satu syairmu yang kau tujukan padaku. Jelas-jelas kau menulis namaku disana. Kemudian syair itu sepertinya sengaja kau simpan diatas bukuku agar aku membacanya.
Akhi, akhwat mana yang tak akan melayang mengangkasa dan berbunga semerbak saat membaca syairmu? Ia sangat indah. Sangat indah.
Tapi aku kembali tersungkur. Seharusnya tidak seperti ini. Tidak! Kau lebih faham akhi. Lebih faham!
Kenapa kau seperti itu? Kenapa?
Malamnya kau mengungkapkan permintaan maafmu karena telah membuatku begitu bingung dan tak karuan membaca syairmu. Kau bilang hanya mengungkapkan perasaan kagum dan sayang sebagai seorang kakak pada adiknya.
Apakah itu dibenarkan? Apakah itu dibolehkan? Apakah kau tak mengerti aku ini akhwat lemah yang sama seperti akhwat lain. Yang begitu mudah tertipu oleh ucapan indah dan mudah berbunga oleh senyuman manis? Apakah dengan status yang kau legalkan atas nama seorang kakak dan adik angkat kau nyaman mengungkapkan segalanya tanpa melihat aku yang kembali terkoyak?
Akhi, afwan aku….entah bagaimana aku mengungkapkan ini padamu.
Kau ingat saat dalam candamu kau mengatakan ingin meminangku? Kau ingatkah? Aku sangat tersanjung dan senang saat itu. Karena akhirnya kau akan menghalalkan hubungan yang mengganggu batin ini. Namun lagi-lagi itu hanya lelucon dan omong kosong belaka ternyata. Aku kembali hancur. Hancur!
Akhi, kau mungkin tak akan melihat linangan air mataku kali ini. Aku menangis tersedu. Bukan karena permainan perasaanmu. Bukan pula cengeng karena merasa terombang-ambing. Namun aku menangis karena aku menyesal. Aku kalah. Aku kalah pada nafsuku yang disisipi siasat itu. Aku kalah akhi. Aku kalah.
Aku menangis karena mengyesal telah melakukan perbuatan paling bodoh sedunia. Karena aku membuka pintu bagi siasat itu berada dalam relung. Kemudian menyamar indah bak bintang kejora. Membawaku mengelana di semesta raya yang kemilau. Kemudian memberiku zamrud yang indah. Namun tanpa sadar aku sebenarnya berada pada jurang hina. Bermain dengan cacing-cacing tanah dan membuat lubang hitam dengan batu pekat yang berbau tajam.
Aku menangis karena aku menyadari dirikulah yang membuatmu terjatuh dalam. Akulah sumber salahmu yang membuatmu melepaskan hijab dan izzah yang selama ini kau pegang erat. Akulah yang menjadi noda di beningnya hatimu. Akulah yang membiarkanmu jua tenggelam dalam siasat menyesatkan ini.
Maka maafkan aku yang khilaf ini akhi. Maafkan aku yang berlumur dosa ini. Maafkan aku yang menggunung salah.
Maka saat ini aku tegaskan, jangan pernah lagi menanyakan apapun padaku. Jangan lagi mengirimiku pesan apapun. Dan jangan mencari keberadaanku dimanapun tempat yang akan kau jadikan tempat pencarianku. Aku ingin menjauh dan menenangkan diri. Kembali pada Illahi mungkin belum terlambat.
Akhi, jika kau tak bisa mamahami pintaku ini, maka MINTALAH AKU PADA ORANGTUAKU DAN HALALKAN AKU BAGIMU !!
Saat ini, mari bermuhasabah. Aku disini dengan hatiku, dan engkau disana dengan hatimu. Aku yakin Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Maka aku takkan menyianyiakan teguran sayangnya ini. Agar aku dapat dicemburui bidadari bermata jeli di syurga sana. Mari manetap kedepan dan terus berkarya. Mari lupakan kesalahan dan khilaf dimasa lalu. Aku disini dengan mimpiku. Dan kau disana dengan mimpimu.
Afwan jangan mencariku dan menghubungiku lagi. Kutegaskan, JANGAN MENCARIKU DAN MENGHUBUNGIKU. Semoga kau mengerti.
Terimakasih karena telah membaca hingga akhir suratku ini. Maafkan aku yang lemah dan tanpa daya. Syukran jazakallah. Semoga Allah menjaga kita dari godaan Syaitan yang terkutuk......
afwan sebelumnya, akhi…
sebenarnya tak seharusnya aku menulis ini, karena memang tak sepantasnya aku mengungkapkan hal ini.
akhi, afwan sekali lagi …
sudah sangat lama aku memendamnya terserah antum mau membacanya hingga akhir atau langsung membuang surat ini setelah membaca kalimat terakhir paragraf ini…
akhi, afwan jiddan…
sejujurnya sulit untuk mengungkapkan apa yang menyiksa ini, tapi harus aku utarakan karena tak dapat lagi aku memendamnya sendiri…
sudah sejak lama perasaan itu menghampiriku, akhi…
Terhitung sekitar tujuh bulan lalu. Tepat ketika kita berkenalan dalam organisasi yang sama. Kemudian perkenalanpun berlanjut saat kita berada pada satu kepanitiaan sebuah acara. Aku senang karena dapat berpartisipasi dengan baik disana.
Tepat usia kita di organisasi itu menginjak satu bulan, aku menemukan yang janggal darimu. Kau mulai menanyakan sesuatu yang sedikit tak begitu penting dalam pesan singkatmu padaku. Dan kau semakin sering mengirimiku pesan-pesan tausyiah.
Tak bisa kupungkiri, aku senang akhi, sangat senang. Tapi tetap saja aku merasa janggal dengan sikapmu itu. Bahkan beberapa hari selanjutnya kau menanyakan bagaimana kabarku dan maminta izin untuk sekedar mengobrol sedikit.
Parahnya aku meng-iyakan dan memperbolehkan. Aku kira tak akan berlanjut hingga larut. Namun entah apa yang menghambatku, aku tak bisa menghentikan pembicaraan itu. Mungkin syaitan telah menguasai kelemahanku. Astaghfirullah…
Kemudian ia kembali berlanjut hingga hari kesekian. Subhanallah, entah apa yang merasukiku. Aku tak tahu perasaan itu. Namun tiap kau mengirim pesan meski itu hanya sebuah pesan tausyiah aku merasa istimewa. Apalagi selanjutnya kau mengajakku mengobrol panjang lebar. Makin berbungalah aku yang kemarin masih sebuah kuncup yang malu-malu.
Astaghfirullah, aku malu mengingatnya akhi. Saat kau mulai memuji sesuatu dariku meski hanya pujian biasa yang kau utarakan juga pada saudaramu yang lain. Atau sekedar salam ukhuwah yang biasa kita sampaikan pada rekan seperjuangan. Itu semua telah mengubahku. Mengubah cara pandangku padamu. Padamu yang kini mulai istimewa dimataku.
Aku tak bisa mengelak, aku mulai tersihir dan jatuh. Jatuh pada perasaan yang dibalut indah oleh musuh sejati kita, syeitan yang terkutuk itu.
Masyaallah…siasat syeitan itu sangat halus bukan, akhi? Aku merasakannya kini. Astaghfirullah…
Sekian lama pula aku mengingkari siasat ini. Aku yakin kau terjaga dan takkan melakukan hal bodoh macam apapun. Dan aku yakin kau lebih mengetahui tentang masalah itu. Masalah yang selalu menjadi topik hangat saat kita seusia remaja. Aku sangat yakin kau lebih faham. Kau lebih faham.
Berkali-kali aku menyalahkan sikapku yang salah menilaimu pada waktu yang salah. Berkali-kali pula aku menghakimi nurani yang mulai khawatir. Aku meyakinkan nurani, ini hanya sebuah obrolan biasa rekan seorganisasi, jadi memang akulah si empunya salah. Akulah yang terlalu berlebihan memandang sikapmu itu.
Namun aku makin terhuyung tak berdaya saat aku membaca salah satu syairmu yang kau tujukan padaku. Jelas-jelas kau menulis namaku disana. Kemudian syair itu sepertinya sengaja kau simpan diatas bukuku agar aku membacanya.
Akhi, akhwat mana yang tak akan melayang mengangkasa dan berbunga semerbak saat membaca syairmu? Ia sangat indah. Sangat indah.
Tapi aku kembali tersungkur. Seharusnya tidak seperti ini. Tidak! Kau lebih faham akhi. Lebih faham!
Kenapa kau seperti itu? Kenapa?
Malamnya kau mengungkapkan permintaan maafmu karena telah membuatku begitu bingung dan tak karuan membaca syairmu. Kau bilang hanya mengungkapkan perasaan kagum dan sayang sebagai seorang kakak pada adiknya.
Apakah itu dibenarkan? Apakah itu dibolehkan? Apakah kau tak mengerti aku ini akhwat lemah yang sama seperti akhwat lain. Yang begitu mudah tertipu oleh ucapan indah dan mudah berbunga oleh senyuman manis? Apakah dengan status yang kau legalkan atas nama seorang kakak dan adik angkat kau nyaman mengungkapkan segalanya tanpa melihat aku yang kembali terkoyak?
Akhi, afwan aku….entah bagaimana aku mengungkapkan ini padamu.
Kau ingat saat dalam candamu kau mengatakan ingin meminangku? Kau ingatkah? Aku sangat tersanjung dan senang saat itu. Karena akhirnya kau akan menghalalkan hubungan yang mengganggu batin ini. Namun lagi-lagi itu hanya lelucon dan omong kosong belaka ternyata. Aku kembali hancur. Hancur!
Akhi, kau mungkin tak akan melihat linangan air mataku kali ini. Aku menangis tersedu. Bukan karena permainan perasaanmu. Bukan pula cengeng karena merasa terombang-ambing. Namun aku menangis karena aku menyesal. Aku kalah. Aku kalah pada nafsuku yang disisipi siasat itu. Aku kalah akhi. Aku kalah.
Aku menangis karena mengyesal telah melakukan perbuatan paling bodoh sedunia. Karena aku membuka pintu bagi siasat itu berada dalam relung. Kemudian menyamar indah bak bintang kejora. Membawaku mengelana di semesta raya yang kemilau. Kemudian memberiku zamrud yang indah. Namun tanpa sadar aku sebenarnya berada pada jurang hina. Bermain dengan cacing-cacing tanah dan membuat lubang hitam dengan batu pekat yang berbau tajam.
Aku menangis karena aku menyadari dirikulah yang membuatmu terjatuh dalam. Akulah sumber salahmu yang membuatmu melepaskan hijab dan izzah yang selama ini kau pegang erat. Akulah yang menjadi noda di beningnya hatimu. Akulah yang membiarkanmu jua tenggelam dalam siasat menyesatkan ini.
Maka maafkan aku yang khilaf ini akhi. Maafkan aku yang berlumur dosa ini. Maafkan aku yang menggunung salah.
Maka saat ini aku tegaskan, jangan pernah lagi menanyakan apapun padaku. Jangan lagi mengirimiku pesan apapun. Dan jangan mencari keberadaanku dimanapun tempat yang akan kau jadikan tempat pencarianku. Aku ingin menjauh dan menenangkan diri. Kembali pada Illahi mungkin belum terlambat.
Akhi, jika kau tak bisa mamahami pintaku ini, maka MINTALAH AKU PADA ORANGTUAKU DAN HALALKAN AKU BAGIMU !!
Saat ini, mari bermuhasabah. Aku disini dengan hatiku, dan engkau disana dengan hatimu. Aku yakin Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Maka aku takkan menyianyiakan teguran sayangnya ini. Agar aku dapat dicemburui bidadari bermata jeli di syurga sana. Mari manetap kedepan dan terus berkarya. Mari lupakan kesalahan dan khilaf dimasa lalu. Aku disini dengan mimpiku. Dan kau disana dengan mimpimu.
Afwan jangan mencariku dan menghubungiku lagi. Kutegaskan, JANGAN MENCARIKU DAN MENGHUBUNGIKU. Semoga kau mengerti.
Terimakasih karena telah membaca hingga akhir suratku ini. Maafkan aku yang lemah dan tanpa daya. Syukran jazakallah. Semoga Allah menjaga kita dari godaan Syaitan yang terkutuk......
Selasa, 27 Desember 2011
Sumayyah binti Khayyat; Wanita Syahidah Pertama dalam Islam
Dialah Sumayyah binti Khayyat , hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara,sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliah.
Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.
Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.
Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut danbahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.
Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat , yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Penyiksaan kaum kafir Quraisy kepada Sumayyah binti Khayyat
Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.
Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “ Ahad … Ahad …. ” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,
“ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga .”
Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “ Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar .”
Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala , maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.
Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat . Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segalayang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.
Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.
Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.
Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut danbahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.
Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat , yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Penyiksaan kaum kafir Quraisy kepada Sumayyah binti Khayyat
Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.
Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “ Ahad … Ahad …. ” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,
“ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga .”
Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “ Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar .”
Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala , maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.
Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat . Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segalayang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.
Langganan:
Postingan (Atom)






