Assalamualaykum Para Bidadari DuniaNYa....
Yakin kepada Allah..., tentang kematian?? gak ada masalah!!, kita pasti mati kok!!, yang jadi masalah husnul khotimah atau su'ul khotimah?? kita lebih sibuk memikirkan husnul khotimah nya dari pada memikirkan mati nya..., bagai mana caranya saat kematian kita ialah kematian khusnul khotimah..., dunia cuman mampir sebentar saja...
bagi orang yang yakin kepada Allah..., 'gak ada yang gawat didunia ini!!'..., yang gawat mah cuman satu... 'Allah murka!!'..., 'sedunia murka kepada kita??' silahkan aja!..., sama-sama nebeng dibumi Allah..., gak ngepek.., takdir untuk kita gak bakal bisa dipengaruhi oleh mulut orang..., itulah sebabnya kalau kita tahu Rasulullah saw dihina, dicaci, difitnah, diancam, diboikot,... Rasulullah saw anteng saja.., , sempurna keyakinannya, dan hasil akhirnya sukses!!, sekarang bisa kita rasakan bersama.
dipuji?? gak ngepek, sok aja, bising!! dan pujian orang mah gak ada apa-apanya..., kalau Allah sebel kepada kita dan orang-orang sedunia memuji kita maka tetep aja celaka.
ngantor?? gak perlu cari muka atasan..., atasan hanya sebuah episode aja sebentar, nanti juga udahan!!, iya kan?, digilir saja dunia oleh Allah.., kerja yang bagus aja dan gak ada cari muka ke atasan, gak ada cari penghargaan, gak ada cari piagam, toh nanti ada yang ngasih piagam dan penghargaan, sok aja itu mah urusan yang ngasih, tapi dihati kita gak ada urusan dengan piagam dan penghargaan..., jika ada yang berkata 'kenapa kok kamu kerja rajin amat, jujur amat...??'..., 'ih ini mah pekerjaan yang disukai Allah, saya berbuat begini hanya ingin disukai Allah!!'...., 'tapi atasan kamu enggak menghargai loh usaha kamu??'..., 'saya mah gak ada urusan dengan atasan, sok aja gak menghargai, biarin aja, itu mah urusan dia, urusan saya mah ingin disukai Allah...', ...... 'nanti gimana kalau gak dikaasih bonus...', "biarin aja, rezeki mah dari Allah, gak dikasih dari kantor, dari mana saja...., Allah mah kalau mau ngasih rezeki ke saya gak terikat dengan kantor... dan rezeki mah gak usah ketahuan semua dari mana jalannya, kan selama ini jg gak pernah ketahuan jalannya dari mana, tapi saya hidup terus?? iya kan, banyakan mana yang kita tahu dan yang kita tidak tahu?? terus aja jalan rezeki mah gak pernah putus-putus dari dulu
jadi kalau kita punya keinginan, inginlah untuk menjadi hamba Allah yang ahli takwa, hakkul yakin kepada Allah, dan ahli istikomah...
pertanyaannya..., bagaimana supaya kita yakin kepada Allah?? gitu yah?? bener gitu yah pertanyaannya?? bener gak?? kalau enggak ya udah saya stop tulisan nya sampai disini aja yah... hehehe
yang namanya bahagia, sukses, sakinah itu sama sekali tidak tergantung dengan orang..., sakinah itu dalam rumah tangga bukan karena pasangan, sakinah itu karena keyakinan kepada Allah!!, salah kalau bergantung ke makhluk, justru tidak akan sakinah...,, jadi rumah tangga sakinah itu tidak ada kaitannya dengan uang, tidak ada kaitannya dengan penampilan, tidak ada kaitannya dengan jumlah pasangan, tidak ada kaitannya dengan anak, maka sakinah itu kaitannya dengan ketakwaan, keyakinan kepada Allah dan keistikomahan
jadi... kunci terpentingnya adalah catet yah... "URUSAN YAKIN KEPADA ALLAH ADALAH HARUS DIAWALI DENGAN PANTENGNYA ATAU AJEG NYA NIAT DI HATI INI INGIN DEKAT DENGAN ALLAH...." bukan disini, bukan disitu dan bukan disana tapi adanya dilubuk hati yang terdalam.
ada orang yang ingin deket dengan Allah tapi dihubungkan..., apa perlunya?? ada orang yang lebih senang kalau digembar gemborkan, apa perlunya?? ini gak asli, dia hanya ingin dinilai sholeh oleh orang lain, apa perlunya?? keaslian itu rahasia dilubuk hati kita, kemantapan tekad kita..., "temen-temen harus tanya dilubuk hati kita ini, dilubuk hati yang terdalam kita ini apa sih yang mau, yang paling kita inginkan?? kalau sudah didalam hati kita ini keinginannya cuman satu "saya ingin dekat dengan-Mu Ya Allah...", ingin bener2 mengabdi pada-Mu Ya Allah, dilubuk hati ini cuman ada "Allah" insya Allah itu awal yang baik dan Allah pasti tahu.
kegagalan awal inilah yang biasanya yang membuat kita gak bisa dekat dengan Allah. Karena hatinya ingin 'uang...!', hatinya ingin jabatan!!, hatinya ingin populer, hatinya ingin dicintai orang!!, hatinya ingin dikagumi orang!!, hatinya ingin dipuji!!, jadi bukan Allah yang ada dihati, walaupun ngaji nya bagus, walaupun berdakwah setiap hari, tapi didalem hatinya Allah urutan kesekian bukan diurutan teratas... "POSISIKAN LAH ALLAH DIURUTAN TERATAS DAN URUTAN YANG PALING PUNCAK!!!'
KALAU SELAIN ALLAH YANG MENJADI TUJUAN KITA PASTI KITA AKAN BANYAK GELISAH, KALAU ALLAH YANG MENJADI TUJUANNYA MAKA KEHILANGAN APAPUN ENGGAK BERAT... kehilangan dunia enggak berat.., kehilangan jabatan enggak berat,... kalau jabatan itu dapat menjauhkan kita dari Allah..., ambil aja tuh jabatan, buang...,
kalau tujuannya bukan Allah pasti banyak beratnya, banyak kecewanya, banyak tegangnya, banyak gelisahnya, duniawi saja.....
udah yuk... mulai dari sekarang kita sibukkan diri kita untuk memperbaiki hubungan kita kepada Allah, bertaubat kepada Allah, minta Ampunan Allah, minta diselamatkan oleh Allah dari Azab dan Siksa yang Allah ancamkan untuk kita.....
demi Allah taubat tidak berlaku dalam dua keadaan pertama : ketika matahari terbit dari barat dan kedua ketika nyawa ini sudah tiba dikerongkongan kita....
subhanallah... Lari sekarang yuk menuju Allah.... Allaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh.... aku datang ya Aaaalllllaaaahhhhh.... i am comming Allah....
♥ Salam Ta'aruf Fillah ♥
Rabu, 28 Desember 2011
surat cinta sang kekasih
Assalammu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
afwan sebelumnya, akhi…
sebenarnya tak seharusnya aku menulis ini, karena memang tak sepantasnya aku mengungkapkan hal ini.
akhi, afwan sekali lagi …
sudah sangat lama aku memendamnya terserah antum mau membacanya hingga akhir atau langsung membuang surat ini setelah membaca kalimat terakhir paragraf ini…
akhi, afwan jiddan…
sejujurnya sulit untuk mengungkapkan apa yang menyiksa ini, tapi harus aku utarakan karena tak dapat lagi aku memendamnya sendiri…
sudah sejak lama perasaan itu menghampiriku, akhi…
Terhitung sekitar tujuh bulan lalu. Tepat ketika kita berkenalan dalam organisasi yang sama. Kemudian perkenalanpun berlanjut saat kita berada pada satu kepanitiaan sebuah acara. Aku senang karena dapat berpartisipasi dengan baik disana.
Tepat usia kita di organisasi itu menginjak satu bulan, aku menemukan yang janggal darimu. Kau mulai menanyakan sesuatu yang sedikit tak begitu penting dalam pesan singkatmu padaku. Dan kau semakin sering mengirimiku pesan-pesan tausyiah.
Tak bisa kupungkiri, aku senang akhi, sangat senang. Tapi tetap saja aku merasa janggal dengan sikapmu itu. Bahkan beberapa hari selanjutnya kau menanyakan bagaimana kabarku dan maminta izin untuk sekedar mengobrol sedikit.
Parahnya aku meng-iyakan dan memperbolehkan. Aku kira tak akan berlanjut hingga larut. Namun entah apa yang menghambatku, aku tak bisa menghentikan pembicaraan itu. Mungkin syaitan telah menguasai kelemahanku. Astaghfirullah…
Kemudian ia kembali berlanjut hingga hari kesekian. Subhanallah, entah apa yang merasukiku. Aku tak tahu perasaan itu. Namun tiap kau mengirim pesan meski itu hanya sebuah pesan tausyiah aku merasa istimewa. Apalagi selanjutnya kau mengajakku mengobrol panjang lebar. Makin berbungalah aku yang kemarin masih sebuah kuncup yang malu-malu.
Astaghfirullah, aku malu mengingatnya akhi. Saat kau mulai memuji sesuatu dariku meski hanya pujian biasa yang kau utarakan juga pada saudaramu yang lain. Atau sekedar salam ukhuwah yang biasa kita sampaikan pada rekan seperjuangan. Itu semua telah mengubahku. Mengubah cara pandangku padamu. Padamu yang kini mulai istimewa dimataku.
Aku tak bisa mengelak, aku mulai tersihir dan jatuh. Jatuh pada perasaan yang dibalut indah oleh musuh sejati kita, syeitan yang terkutuk itu.
Masyaallah…siasat syeitan itu sangat halus bukan, akhi? Aku merasakannya kini. Astaghfirullah…
Sekian lama pula aku mengingkari siasat ini. Aku yakin kau terjaga dan takkan melakukan hal bodoh macam apapun. Dan aku yakin kau lebih mengetahui tentang masalah itu. Masalah yang selalu menjadi topik hangat saat kita seusia remaja. Aku sangat yakin kau lebih faham. Kau lebih faham.
Berkali-kali aku menyalahkan sikapku yang salah menilaimu pada waktu yang salah. Berkali-kali pula aku menghakimi nurani yang mulai khawatir. Aku meyakinkan nurani, ini hanya sebuah obrolan biasa rekan seorganisasi, jadi memang akulah si empunya salah. Akulah yang terlalu berlebihan memandang sikapmu itu.
Namun aku makin terhuyung tak berdaya saat aku membaca salah satu syairmu yang kau tujukan padaku. Jelas-jelas kau menulis namaku disana. Kemudian syair itu sepertinya sengaja kau simpan diatas bukuku agar aku membacanya.
Akhi, akhwat mana yang tak akan melayang mengangkasa dan berbunga semerbak saat membaca syairmu? Ia sangat indah. Sangat indah.
Tapi aku kembali tersungkur. Seharusnya tidak seperti ini. Tidak! Kau lebih faham akhi. Lebih faham!
Kenapa kau seperti itu? Kenapa?
Malamnya kau mengungkapkan permintaan maafmu karena telah membuatku begitu bingung dan tak karuan membaca syairmu. Kau bilang hanya mengungkapkan perasaan kagum dan sayang sebagai seorang kakak pada adiknya.
Apakah itu dibenarkan? Apakah itu dibolehkan? Apakah kau tak mengerti aku ini akhwat lemah yang sama seperti akhwat lain. Yang begitu mudah tertipu oleh ucapan indah dan mudah berbunga oleh senyuman manis? Apakah dengan status yang kau legalkan atas nama seorang kakak dan adik angkat kau nyaman mengungkapkan segalanya tanpa melihat aku yang kembali terkoyak?
Akhi, afwan aku….entah bagaimana aku mengungkapkan ini padamu.
Kau ingat saat dalam candamu kau mengatakan ingin meminangku? Kau ingatkah? Aku sangat tersanjung dan senang saat itu. Karena akhirnya kau akan menghalalkan hubungan yang mengganggu batin ini. Namun lagi-lagi itu hanya lelucon dan omong kosong belaka ternyata. Aku kembali hancur. Hancur!
Akhi, kau mungkin tak akan melihat linangan air mataku kali ini. Aku menangis tersedu. Bukan karena permainan perasaanmu. Bukan pula cengeng karena merasa terombang-ambing. Namun aku menangis karena aku menyesal. Aku kalah. Aku kalah pada nafsuku yang disisipi siasat itu. Aku kalah akhi. Aku kalah.
Aku menangis karena mengyesal telah melakukan perbuatan paling bodoh sedunia. Karena aku membuka pintu bagi siasat itu berada dalam relung. Kemudian menyamar indah bak bintang kejora. Membawaku mengelana di semesta raya yang kemilau. Kemudian memberiku zamrud yang indah. Namun tanpa sadar aku sebenarnya berada pada jurang hina. Bermain dengan cacing-cacing tanah dan membuat lubang hitam dengan batu pekat yang berbau tajam.
Aku menangis karena aku menyadari dirikulah yang membuatmu terjatuh dalam. Akulah sumber salahmu yang membuatmu melepaskan hijab dan izzah yang selama ini kau pegang erat. Akulah yang menjadi noda di beningnya hatimu. Akulah yang membiarkanmu jua tenggelam dalam siasat menyesatkan ini.
Maka maafkan aku yang khilaf ini akhi. Maafkan aku yang berlumur dosa ini. Maafkan aku yang menggunung salah.
Maka saat ini aku tegaskan, jangan pernah lagi menanyakan apapun padaku. Jangan lagi mengirimiku pesan apapun. Dan jangan mencari keberadaanku dimanapun tempat yang akan kau jadikan tempat pencarianku. Aku ingin menjauh dan menenangkan diri. Kembali pada Illahi mungkin belum terlambat.
Akhi, jika kau tak bisa mamahami pintaku ini, maka MINTALAH AKU PADA ORANGTUAKU DAN HALALKAN AKU BAGIMU !!
Saat ini, mari bermuhasabah. Aku disini dengan hatiku, dan engkau disana dengan hatimu. Aku yakin Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Maka aku takkan menyianyiakan teguran sayangnya ini. Agar aku dapat dicemburui bidadari bermata jeli di syurga sana. Mari manetap kedepan dan terus berkarya. Mari lupakan kesalahan dan khilaf dimasa lalu. Aku disini dengan mimpiku. Dan kau disana dengan mimpimu.
Afwan jangan mencariku dan menghubungiku lagi. Kutegaskan, JANGAN MENCARIKU DAN MENGHUBUNGIKU. Semoga kau mengerti.
Terimakasih karena telah membaca hingga akhir suratku ini. Maafkan aku yang lemah dan tanpa daya. Syukran jazakallah. Semoga Allah menjaga kita dari godaan Syaitan yang terkutuk......
afwan sebelumnya, akhi…
sebenarnya tak seharusnya aku menulis ini, karena memang tak sepantasnya aku mengungkapkan hal ini.
akhi, afwan sekali lagi …
sudah sangat lama aku memendamnya terserah antum mau membacanya hingga akhir atau langsung membuang surat ini setelah membaca kalimat terakhir paragraf ini…
akhi, afwan jiddan…
sejujurnya sulit untuk mengungkapkan apa yang menyiksa ini, tapi harus aku utarakan karena tak dapat lagi aku memendamnya sendiri…
sudah sejak lama perasaan itu menghampiriku, akhi…
Terhitung sekitar tujuh bulan lalu. Tepat ketika kita berkenalan dalam organisasi yang sama. Kemudian perkenalanpun berlanjut saat kita berada pada satu kepanitiaan sebuah acara. Aku senang karena dapat berpartisipasi dengan baik disana.
Tepat usia kita di organisasi itu menginjak satu bulan, aku menemukan yang janggal darimu. Kau mulai menanyakan sesuatu yang sedikit tak begitu penting dalam pesan singkatmu padaku. Dan kau semakin sering mengirimiku pesan-pesan tausyiah.
Tak bisa kupungkiri, aku senang akhi, sangat senang. Tapi tetap saja aku merasa janggal dengan sikapmu itu. Bahkan beberapa hari selanjutnya kau menanyakan bagaimana kabarku dan maminta izin untuk sekedar mengobrol sedikit.
Parahnya aku meng-iyakan dan memperbolehkan. Aku kira tak akan berlanjut hingga larut. Namun entah apa yang menghambatku, aku tak bisa menghentikan pembicaraan itu. Mungkin syaitan telah menguasai kelemahanku. Astaghfirullah…
Kemudian ia kembali berlanjut hingga hari kesekian. Subhanallah, entah apa yang merasukiku. Aku tak tahu perasaan itu. Namun tiap kau mengirim pesan meski itu hanya sebuah pesan tausyiah aku merasa istimewa. Apalagi selanjutnya kau mengajakku mengobrol panjang lebar. Makin berbungalah aku yang kemarin masih sebuah kuncup yang malu-malu.
Astaghfirullah, aku malu mengingatnya akhi. Saat kau mulai memuji sesuatu dariku meski hanya pujian biasa yang kau utarakan juga pada saudaramu yang lain. Atau sekedar salam ukhuwah yang biasa kita sampaikan pada rekan seperjuangan. Itu semua telah mengubahku. Mengubah cara pandangku padamu. Padamu yang kini mulai istimewa dimataku.
Aku tak bisa mengelak, aku mulai tersihir dan jatuh. Jatuh pada perasaan yang dibalut indah oleh musuh sejati kita, syeitan yang terkutuk itu.
Masyaallah…siasat syeitan itu sangat halus bukan, akhi? Aku merasakannya kini. Astaghfirullah…
Sekian lama pula aku mengingkari siasat ini. Aku yakin kau terjaga dan takkan melakukan hal bodoh macam apapun. Dan aku yakin kau lebih mengetahui tentang masalah itu. Masalah yang selalu menjadi topik hangat saat kita seusia remaja. Aku sangat yakin kau lebih faham. Kau lebih faham.
Berkali-kali aku menyalahkan sikapku yang salah menilaimu pada waktu yang salah. Berkali-kali pula aku menghakimi nurani yang mulai khawatir. Aku meyakinkan nurani, ini hanya sebuah obrolan biasa rekan seorganisasi, jadi memang akulah si empunya salah. Akulah yang terlalu berlebihan memandang sikapmu itu.
Namun aku makin terhuyung tak berdaya saat aku membaca salah satu syairmu yang kau tujukan padaku. Jelas-jelas kau menulis namaku disana. Kemudian syair itu sepertinya sengaja kau simpan diatas bukuku agar aku membacanya.
Akhi, akhwat mana yang tak akan melayang mengangkasa dan berbunga semerbak saat membaca syairmu? Ia sangat indah. Sangat indah.
Tapi aku kembali tersungkur. Seharusnya tidak seperti ini. Tidak! Kau lebih faham akhi. Lebih faham!
Kenapa kau seperti itu? Kenapa?
Malamnya kau mengungkapkan permintaan maafmu karena telah membuatku begitu bingung dan tak karuan membaca syairmu. Kau bilang hanya mengungkapkan perasaan kagum dan sayang sebagai seorang kakak pada adiknya.
Apakah itu dibenarkan? Apakah itu dibolehkan? Apakah kau tak mengerti aku ini akhwat lemah yang sama seperti akhwat lain. Yang begitu mudah tertipu oleh ucapan indah dan mudah berbunga oleh senyuman manis? Apakah dengan status yang kau legalkan atas nama seorang kakak dan adik angkat kau nyaman mengungkapkan segalanya tanpa melihat aku yang kembali terkoyak?
Akhi, afwan aku….entah bagaimana aku mengungkapkan ini padamu.
Kau ingat saat dalam candamu kau mengatakan ingin meminangku? Kau ingatkah? Aku sangat tersanjung dan senang saat itu. Karena akhirnya kau akan menghalalkan hubungan yang mengganggu batin ini. Namun lagi-lagi itu hanya lelucon dan omong kosong belaka ternyata. Aku kembali hancur. Hancur!
Akhi, kau mungkin tak akan melihat linangan air mataku kali ini. Aku menangis tersedu. Bukan karena permainan perasaanmu. Bukan pula cengeng karena merasa terombang-ambing. Namun aku menangis karena aku menyesal. Aku kalah. Aku kalah pada nafsuku yang disisipi siasat itu. Aku kalah akhi. Aku kalah.
Aku menangis karena mengyesal telah melakukan perbuatan paling bodoh sedunia. Karena aku membuka pintu bagi siasat itu berada dalam relung. Kemudian menyamar indah bak bintang kejora. Membawaku mengelana di semesta raya yang kemilau. Kemudian memberiku zamrud yang indah. Namun tanpa sadar aku sebenarnya berada pada jurang hina. Bermain dengan cacing-cacing tanah dan membuat lubang hitam dengan batu pekat yang berbau tajam.
Aku menangis karena aku menyadari dirikulah yang membuatmu terjatuh dalam. Akulah sumber salahmu yang membuatmu melepaskan hijab dan izzah yang selama ini kau pegang erat. Akulah yang menjadi noda di beningnya hatimu. Akulah yang membiarkanmu jua tenggelam dalam siasat menyesatkan ini.
Maka maafkan aku yang khilaf ini akhi. Maafkan aku yang berlumur dosa ini. Maafkan aku yang menggunung salah.
Maka saat ini aku tegaskan, jangan pernah lagi menanyakan apapun padaku. Jangan lagi mengirimiku pesan apapun. Dan jangan mencari keberadaanku dimanapun tempat yang akan kau jadikan tempat pencarianku. Aku ingin menjauh dan menenangkan diri. Kembali pada Illahi mungkin belum terlambat.
Akhi, jika kau tak bisa mamahami pintaku ini, maka MINTALAH AKU PADA ORANGTUAKU DAN HALALKAN AKU BAGIMU !!
Saat ini, mari bermuhasabah. Aku disini dengan hatiku, dan engkau disana dengan hatimu. Aku yakin Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Maka aku takkan menyianyiakan teguran sayangnya ini. Agar aku dapat dicemburui bidadari bermata jeli di syurga sana. Mari manetap kedepan dan terus berkarya. Mari lupakan kesalahan dan khilaf dimasa lalu. Aku disini dengan mimpiku. Dan kau disana dengan mimpimu.
Afwan jangan mencariku dan menghubungiku lagi. Kutegaskan, JANGAN MENCARIKU DAN MENGHUBUNGIKU. Semoga kau mengerti.
Terimakasih karena telah membaca hingga akhir suratku ini. Maafkan aku yang lemah dan tanpa daya. Syukran jazakallah. Semoga Allah menjaga kita dari godaan Syaitan yang terkutuk......
Selasa, 27 Desember 2011
Sumayyah binti Khayyat; Wanita Syahidah Pertama dalam Islam
Dialah Sumayyah binti Khayyat , hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara,sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliah.
Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.
Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.
Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut danbahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.
Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat , yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Penyiksaan kaum kafir Quraisy kepada Sumayyah binti Khayyat
Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.
Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “ Ahad … Ahad …. ” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,
“ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga .”
Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “ Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar .”
Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala , maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.
Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat . Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segalayang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.
Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah.
Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam.
Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut danbahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.
Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat , yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya.
Penyiksaan kaum kafir Quraisy kepada Sumayyah binti Khayyat
Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.
Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “ Ahad … Ahad …. ” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,
“ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga .”
Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “ Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar .”
Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala , maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.
Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat . Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segalayang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.
*Halaman : Wanita Memesan Neraka *Kategori : Renungan Kehidupan Islami *Sumber : maulanar.word *Oleh : Mahfudin Arsyad *Ilustrasi : Han Ga Eun *Rilis : 18 Des'11
ﺑِــــﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّـــﻪِ ﭐﻟـﺮَّﺣْـﻤٰـﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴــــﻢِ
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat
Terutama bagi Muslimah untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya
Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika
Namun berbeda dg musim dingin
Dg menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga
Jilbab memang memiliki multifungsi
Dalam sebuah perjalanan yg cukup panjang,
dari Kairo ke Alexandria;
Di sebuah mikrobus,
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat
Karena menantang kesopanan
Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar
Tentu saja dg cara pakaian seperti itu mengundang "perhatian"
kalau bisa dibahasakan sebagai "keprihatinan sosial"
Seorang bapak setengah baya yg kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yg dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yg tak baik bagi dirinya sendiri
Disamping itu,
Pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan
Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak menasehati anaknya sendiri
Apa respon perempuan muda tersebut?
Rupanya dia tersinggung,
Lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik
Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya.
Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"
Sebuah respon yg sangat frontal
Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar
Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah
Penumpang lain yg mendengar kemarahan si wanita ikut kaget,
lalu terdiam
Detik-detik berikutnya,
suasana begitu senyap
Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi,
tak terkecuali perempuan muda itu
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan
Di terminal terakhir mikrobus Alexandria
Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun,
tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yg masih terlihat tidur pulas
Karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar
"Bangunkan saja!"
kata seorang penumpang
"Iya, bangunkan saja!"
teriak yg lainnya
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming
Salah seorang penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya, mendekati si wanita dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah
Namun, Astaghfirullah!
Apakah yg terjadi?
Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi
Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar
Kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yg dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya
Ada pula yg histeris meneriakkan kalimah Allahu Akbar dg linangan air mata
Sebuah akhir yg menakutkan...
Mati dalam keadaan menantang Tuhan, memesan Neraka-Nya
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya...
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dg Tuhannya dalam keadaan yg buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita
Yang masih terus dibimbing-Nya
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yg dekat dengan-NYA agar semakin dekat
Dan bagi mereka yg terlena,
Seharusnya segera sadar
Mumpung kesempatan masih terbuka
Di sisa usia yg masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana?
Wallahu a'lam,
Semoga Jadi Renungan bagi kita semua...
TAUSIYAH :
Hukum Menutup Aurat
Alasan Perintah Menutup Aurat
Fitnah syahwat yg paling berat di alam ini adalah fitnah wanita
Karena apa?
Karena itu fitnah ini disebutkan pertama kali mengawali fitnah-fitnah syahwat lainnya
Sebagaimana firman Allah ;
ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ ﻭَﺍﻟْﺒَﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻨَﺎﻃِﻴﺮِ ﺍﻟْﻤُﻘَﻨﻄَﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻮَّﻣَﺔِ ﻭَﺍﻷَﻧْﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮْﺙِ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﻋِﻨﺪَﻩُ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﻤَﺂﺏِ
Artinya :
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yg diingini,
Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yg banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yg baik (surga)"
(Qs. Al imron : 14)
Untuk itu Allah memerintahkan para wanita menutupi seluruh tubuhnya yg merupakan perhiasannya,
Kecuali yg biasa ditampakkan dg mengenakan jilbab dan kerudung hingga ke dada,
sebagaimana firman-Nya :
ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻟْﻴَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺨُﻤُﺮِﻫِﻦَّ ﻋَﻠَﻰ ﺟُﻴُﻮﺑِﻬِﻦَّ
Artinya :
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yg (biasa) nampak dari padanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya"
(Qs. An Nuur : 31)
7 nrk
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yg mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yg mu'min,
Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yg nyata"
(Qs. Al-Ahzab : 59)
♥♥♥
♥ Baiknya kita ambil
♥ Buruknya kita abaikan
♥ Lebihnya kita syukuri
♥ Kurangnya kita perbaiki
♥ Mari saling berbagi dg keikhlasan & ketulusan
♥ Mari jadi pribadi yg lebih baik
♥ Saling menjaga Lidah_Mu, Iman_Mu & Akhlak_Mu
♥ Saling mengingatkan akan Shalat_Mu & Islam_Mu
Note :
→ Kritik, Saran & Komentar diterima sbg perbaikan & pembelajaran
→ (tag & share) di izinkan, bila sekiranya bermanfaat
→ (Request picNot via Pesan)
Lov♥ u all^^ sahabat
Semoga bermanfaat,
Semoga pula Allah Ta'ala memberikan pahala ;
> kepada yg membaca
> kepada yg menulis
> kepada yg menyebarkan
> kepada yg mengajarkan
> dan kepada yg mengamalkan
“Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN,
maka baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya”
(HR.Muslim)
ﺁﻣـــــــــــــﻴـــــﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﻪﺗﺎﻛﺮﺑ ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﺔﻤﺣﺭﻭ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻡﻼﺴﻟﺍﻭ
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat
Terutama bagi Muslimah untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya
Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika
Namun berbeda dg musim dingin
Dg menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga
Jilbab memang memiliki multifungsi
Dalam sebuah perjalanan yg cukup panjang,
dari Kairo ke Alexandria;
Di sebuah mikrobus,
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat
Karena menantang kesopanan
Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar
Tentu saja dg cara pakaian seperti itu mengundang "perhatian"
kalau bisa dibahasakan sebagai "keprihatinan sosial"
Seorang bapak setengah baya yg kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yg dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yg tak baik bagi dirinya sendiri
Disamping itu,
Pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan
Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak menasehati anaknya sendiri
Apa respon perempuan muda tersebut?
Rupanya dia tersinggung,
Lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik
Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya.
Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"
Sebuah respon yg sangat frontal
Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar
Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah
Penumpang lain yg mendengar kemarahan si wanita ikut kaget,
lalu terdiam
Detik-detik berikutnya,
suasana begitu senyap
Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi,
tak terkecuali perempuan muda itu
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan
Di terminal terakhir mikrobus Alexandria
Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun,
tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yg masih terlihat tidur pulas
Karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar
"Bangunkan saja!"
kata seorang penumpang
"Iya, bangunkan saja!"
teriak yg lainnya
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming
Salah seorang penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya, mendekati si wanita dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah
Namun, Astaghfirullah!
Apakah yg terjadi?
Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi
Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar
Kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yg dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya
Ada pula yg histeris meneriakkan kalimah Allahu Akbar dg linangan air mata
Sebuah akhir yg menakutkan...
Mati dalam keadaan menantang Tuhan, memesan Neraka-Nya
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya...
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dg Tuhannya dalam keadaan yg buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita
Yang masih terus dibimbing-Nya
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yg dekat dengan-NYA agar semakin dekat
Dan bagi mereka yg terlena,
Seharusnya segera sadar
Mumpung kesempatan masih terbuka
Di sisa usia yg masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana?
Wallahu a'lam,
Semoga Jadi Renungan bagi kita semua...
TAUSIYAH :
Hukum Menutup Aurat
Alasan Perintah Menutup Aurat
Fitnah syahwat yg paling berat di alam ini adalah fitnah wanita
Karena apa?
Karena itu fitnah ini disebutkan pertama kali mengawali fitnah-fitnah syahwat lainnya
Sebagaimana firman Allah ;
ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀ ﻭَﺍﻟْﺒَﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻨَﺎﻃِﻴﺮِ ﺍﻟْﻤُﻘَﻨﻄَﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻮَّﻣَﺔِ ﻭَﺍﻷَﻧْﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮْﺙِ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﻋِﻨﺪَﻩُ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﻤَﺂﺏِ
Artinya :
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yg diingini,
Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yg banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yg baik (surga)"
(Qs. Al imron : 14)
Untuk itu Allah memerintahkan para wanita menutupi seluruh tubuhnya yg merupakan perhiasannya,
Kecuali yg biasa ditampakkan dg mengenakan jilbab dan kerudung hingga ke dada,
sebagaimana firman-Nya :
ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻟْﻴَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺨُﻤُﺮِﻫِﻦَّ ﻋَﻠَﻰ ﺟُﻴُﻮﺑِﻬِﻦَّ
Artinya :
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yg (biasa) nampak dari padanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya"
(Qs. An Nuur : 31)
7 nrk
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yg mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yg mu'min,
Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yg nyata"
(Qs. Al-Ahzab : 59)
♥♥♥
♥ Baiknya kita ambil
♥ Buruknya kita abaikan
♥ Lebihnya kita syukuri
♥ Kurangnya kita perbaiki
♥ Mari saling berbagi dg keikhlasan & ketulusan
♥ Mari jadi pribadi yg lebih baik
♥ Saling menjaga Lidah_Mu, Iman_Mu & Akhlak_Mu
♥ Saling mengingatkan akan Shalat_Mu & Islam_Mu
Note :
→ Kritik, Saran & Komentar diterima sbg perbaikan & pembelajaran
→ (tag & share) di izinkan, bila sekiranya bermanfaat
→ (Request picNot via Pesan)
Lov♥ u all^^ sahabat
Semoga bermanfaat,
Semoga pula Allah Ta'ala memberikan pahala ;
> kepada yg membaca
> kepada yg menulis
> kepada yg menyebarkan
> kepada yg mengajarkan
> dan kepada yg mengamalkan
“Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN,
maka baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya”
(HR.Muslim)
ﺁﻣـــــــــــــﻴـــــﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﻪﺗﺎﻛﺮﺑ ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﺔﻤﺣﺭﻭ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻡﻼﺴﻟﺍﻭ
Langganan:
Postingan (Atom)



